Mulai ketika ditemukan risk, crisis, trend, issue, atau peluang yang membutuhkan keputusan.
Escalation Matrix
Menentukan PIC, level approval, dan SLA per tingkat risiko.
Alur kerja dari input sampai handoff
Baca dari kiri ke kanan. Kotak ungu adalah keputusan manusia; proses tidak dianggap selesai sebelum hasil diteruskan atau ditutup dengan alasan.
Sistem menyusun forecast dan rekomendasi awal berdasarkan level risiko, momentum, potensi, serta matriks eskalasi.
Decision owner memilih MONITOR, CLARIFY, RESPOND, ESCALATE, CAMPAIGN, atau IGNORE dan menetapkan PIC serta due date.
Apakah data lengkap, valid, dan sesuai periode/workspace?
Keputusan RESPOND/CAMPAIGN/CLARIFY membentuk pekerjaan di Response Center; MONITOR kembali dipantau.
Apa yang harus tersedia?
- Risk level
- PIC role/name
- Approval level
- SLA hours
Apa hasil yang harus terlihat?
- Routing dan deadline yang konsisten
Jika kondisi berbeda, tindakan juga berbeda
Operator wajib membaca bukti sumber sebelum memilih cabang keputusan.
Lanjutkan proses dan catat hasil atau perubahan status.
Hentikan keputusan, perbaiki input, atau eskalasikan kepada pemilik data.
Bagaimana membaca posisi pekerjaan?
Status harus bergerak karena tindakan nyata. Jangan mengubah status hanya agar antrean terlihat kosong.
Bahasa yang harus dipahami
Batas waktu layanan untuk mengambil tindakan.
decision_escalation_matrixApa yang perlu dipantau?
- Coverage level
- SLA compliance
Sebelum menutup pekerjaan
- Pastikan periode, client, dan filter sudah benar.
- Validasi sampel data sebelum mengambil keputusan.
- Catat atau eskalasikan anomali yang ditemukan.
Mengapa modul ini penting?
Tidak ada isu kritis yang kehilangan pemilik.
Meningkatkan keterlacakan proses dan kualitas keputusan operator.
AI membantu mengelompokkan, menilai, dan menyarankan. Keputusan penting, approval, publikasi, penerapan pembelajaran, dan eskalasi tetap diverifikasi oleh pengguna yang berwenang.